Jihad adalah kata Arab yang berarti berjuang, berusaha, meng-hadapi segala kesukaran. Setelah Islam, ia lalu berarti perjuangan di jalan Allah. Qur’an hampir menyetarakan jihad, tugas penting dalam ajaran Islam, dengan Islam itu sendiri. Hamba Allah paling istimewa, entah itu nabi atau wali, telah menggapai derajat istimewa mereka melalui jihad melawan orang-orang kafir dan melawan hawa nafsunya ma-sing-masing. Jihad adalah amal saleh yang besar di mata Allah sebab Dia menciptakan kita untuk berjuang sehingga kita dapat menemu-kan wujud sejati kita dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Allah berfirman di dalam Qur’an:

Tidaklah sama orang mukmin yang tinggal di rumah dengan orang-orang yang berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah melebihkan satu derajat orang yang berjuang dengan harta dan jiwanya daripada orang-orang yang tinggal diam. Dan kepada keduanya Allah telah menjanjikan ganjaran yang baik. Dan Allah menganugerahkan pahala yang lebih besar kepada para pe-juang melebihi mereka yang tinggal di belakang (QS. 4:95).

Orang memiliki karir yang berbeda-beda, tujuan mereka di dalam karir-karir itu membuat orang lain bisa menilai pendirian mereka. Tetapi apa tujuan kita? Apa pun kedudukan atau pekerjaan kita, setiap orang diciptakan dari setetes mani dan akan berakhir menjadi mayat.

Ini berlaku untuk segala pekerjaan kecuali jalan kenabian. Pahala-nya terus bertambah sampai hari kiamat, sebab ia memuat kualitas spiritual yang tak tersentuh oleh kematian. Seorang nabi berusaha memampukan orang untuk mengenal Allah dan karenanya men-capai keabadian. Kita tidak diciptakan untuk tunduk kepada keru­sakan dan kehancuran fisik. Hakikat kita adalah condong kepada keabadian, dan para nabi yang tahu, mendidik dan menjadikan kita dapat menyadari kecenderungan ini.


Ketegangan spiritual (atau metafiska) adalah postur batin, semacam keadaan dari perhatian moral dan spiritual. Dalam aspek positifnya, ini berarti bahwa orang beriman mempunyai disposisi yang secara khu-mis kuat dan menentukan untuk semua hal-hal yang diperbolehkan dan yang baik. Mereka disibukkan dengan hal-hal itu dan selalu ber-kerja untuk mendapatkannya.

Ini juga mempunyai makna lain: suatu keinginan akan agama dan semua hal yang berkaitan dengannya; pencarian dari pikiran dan porasaan keagamaan, secara asketis dan dengan cinta; ketaatan pikiran kepada agama, seperti pecinta dalam puisi mistik yang terus-menerus saling memikirkan; keasikan dengan agama di segala masa dan kondisi; kerinduan pada agama untuk menjadi “kehidupan dari hidup,” seperti pecinta yang rindu akan penyatuan setelah perpisahan. la juga berarti usaha untuk membangkitkan kembali setiap orang pada pikiran perasaan religius, khususnya pada umat anda, sebagai tujuan hidup; tertekan dan menderita demi agama; membangun sistem-sistem dan lembaga-lembaga untuk melayani manusia dan Tuhan, dan memastikan agar semuanya itu tetap berfungsi efektif; mencintai Allah dan nabi-Nya lebih daripada yang lainnya; dan berpegang teguh dan tulus pada jalan hidup yang diajarkan nabi.

Dalam aspek negatifnya, ketegangan spiritual adalah menentang kekafiran, imoralitas dan penyelewengan; mengeskpresikan ketegangan ini secara konstruktif; lari dari kejahatan, keburukan dan menghindari jalan-jalan dan hal-hal yang merusak; dan terus-menerus melawan dosa dan godaan.